fbpx
Home > Blog > Learning Center > Utang dan Piutang: Kenali Pengertian dan Perbedaannya di Sini

Utang dan Piutang: Kenali Pengertian dan Perbedaannya di Sini

Utang piutang

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti sudah sering mendengar tentang utang dan piutang. Apalagi jika memiliki usaha, maka pengertian utang dan piutang dan jenis-jenisnya harus dipahami secara detail. 

Sebenarnya apa itu utang dan piutang dan apa bedanya hutang dan piutang? Simak penjelasannya di bawah ini.

Table of Contents

Pengertian Hutang

Sebelum mencari tahu apa beda hutang dan piutang, pastinya perlu tahu dulu apa arti hutang dan piutang secara terpisah. Hutang dan piutang adalah dua hal berbeda, tapi saling erat hubungannya. 

Hutang adalah uang tunai maupun non tunai atau barang yang dipinjam oleh seseorang dari orang lain. Hutang adalah pinjaman yang dilihat dari sisi orang yang meminjam.

Pengertian Piutang

Di sisi lain, piutang adalah uang tunai maupun non tunai atau barang yang dipinjamkan seseorang pada orang lain. Pada dasarnya, piutang juga pinjaman, tapi dilihat dari sudut pandang yang memberikan pinjaman. Singkatnya, piutang adalah uang yang dipinjamkan pada orang lain.

Pengertian hutang dan piutang dalam akuntansi pun sama. Hanya saja, pihak yang terlibat adalah antara dua atau lebih perusahaan atau antara perusahaan dengan klien dan pelanggannya. Tapi pada dasarnya hutang dan piutang yang dicatat secara akuntansi memiliki makna yang sama seperti hutang-piutang perorangan.

Perbedaan Hutang dan Piutang

Dari pengertian hutang dan piutang di atas, tentu sudah jelas apa perbedaan hutang dan piutang secara mendasar. Supaya lebih jelas lagi, perhatikan apa saja hal yang membedakan keduanya. Perbedaan hutang dan piutang adalah dilihat dari:

1. Aktivitas

Dilihat dari aktivitasnya, hutang dan piutang jelas berbeda. Karena keduanya adalah aktivitas yang berlawanan. Hutang adalah aktivitas meminjam secara tunai maupun non tunai. Sebaliknya, piutang adalah aktivitas yang memberikan pinjaman kepada pihak peminjam.

2. Penggunaan

Yang dimaksud penggunaan adalah yang tertulis di dalam catatan akuntansi. Piutang dalam dunia keuangan termasuk dalam aktiva lancar. Aktiva merupakan aset kekayaan yang dimiliki perusahaan dan bisa dicairkan menjadi uang tunai.

Sedangkan hutang termasuk kategori beban dalam catatan akuntansi. Alasannya adalah karena hutang merupakan beban bagi debitur yang wajib dikembalikan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya.

3. Perbedaan Nilai

Hutang dan piutang sama-sama punya nilai, yang satu nilai positif dan yang satu nilai negatif. Baik hutang maupun piutang punya sisi positif dan negatif. 

Tentu saja, hutang cenderung memiliki nilai negatif karena sering dikaitkan dengan uang pasif. Gampangnya, orang yang punya hutang dianggap tidak produktif, terutama kalau dalam jumlah besar dan hanya dihabiskan untuk hal yang tidak berarti.

Di sisi lain, hutang juga punya nilai positif kalau dimanfaatkan sebagai modal membuka usaha atau untuk mengembangkan bisnis. Dengan perencanaan yang matang, dari hutang bisa jadi untung. Sama juga dengan piutang. Saat perusahaan punya piutang yang lancar dibayarkan oleh klien, ini akan jadi aset yang bernilai positif dan menguntungkan.

Tapi piutang juga dapat menjadi negatif kalau sampai jadi piutang tak tertagih. Ini bisa disebabkan karena faktor internal seperti kurangnya analisis saat memberi kredit ke klien atau dari faktor eksternal seperti klien mengalami kebangkrutan. Meski sama-sama punya nilai positif dan negatif, tapi keduanya dilihat dari sisi yang berbeda.

4. Aturan yang Berlaku

Pada dasarnya, aturan yang berlaku untuk piutang relatif lebih mengikat dibandingkan hutang biasa. Piutang biasanya terjadi di kalangan bisnis, misalnya antar dua atau lebih perusahaan atau antar perusahaan dengan kliennya. 

Dilihat dari sisi akuntansi, piutang juga lebih ketat aturannya. Tidak semua orang atau organisasi bisa mendapat piutang, melainkan ada aturan serta syarat yang berlaku.

Tiap perusahaan dapat memiliki aturan yang berbeda terkait piutang. Jika ada perusahaan atau individu yang mau diberikan piutang, harus memenuhi persyaratan tersebut. Piutang memiliki suku bunga dan tanggal jatuh tempo yang harus dibayar pihak yang meminjam.

Sedangkan hutang juga pasti ada aturannya, hanya saja dianggap lebih ringan dan tidak terlalu berbelit. Misalnya, pemberian jaminan yang berfungsi sebagai pengikat agar pihak yang meminjam dapat menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik hingga hutang terbayar lunas.

5. Hak Milik

Sebenarnya uang tunai maupun non tunai dalam hutang piutang merupakan milik pihak yang meminjamkan. Tapi dari sudut pandangnya, hak milik hutang dan piutang jadi berbeda. Piutang merupakan hak milik perusahaan yang belum dibayar oleh pihak lain yang meminjam.

Sedangkan hutang dilihat dari sisi yang memiliki pinjaman. Jadi hutang adalah hak milik pihak yang meminjamkan atau milik orang lain. Meski pada intinya sama, tapi karena dilihat dari sudut pandang pihak debitur dan kreditur, jadi ada perbedaan secara hak milik.

6. Jenis Bunga

Baik utang dan piutang sama-sama memiliki bunga. Pemilik piutang dan pemegang utang sama-sama mendapat bunga. Hanya saja pengertiannya berbeda. Piutang bunga adalah bunga dari dana yang dipinjamkan oleh perusahaan ke pihak lain. Jadi, perusahaan akan menerima bunga sebagai haknya dan mendapat keuntungan dari bunga.

Sedangkan dalam utang, bunga memang dibebankan sebagai biaya tambahan. Bunga utang bisa diartikan sebagai balas jasa kepada perusahaan yang bersedia memberikan pinjaman. Jenis bunganya termasuk kategori beban bunga.

Jika klien membeli produk seharga Rp 100 juta secara kredit, maka ia harus mengembalikannya dalam jumlah harga pokok ditambah bunga. Jumlah bunganya sudah ditentukan sejak awal dan sudah disepakati bersama. 

Pihak perusahaan yang memiliki piutang pun tidak berhak mengganti jumlah bunga yang berlaku. Sama halnya klien yang meminjam juga tidak bisa meminta keringanan bunga setelah kesepakatan sudah terjadi.

7. Jenis Penggunaan

Umumnya dalam dunia bisnis, hutang dan piutang terjadi karena adanya transaksi penjualan. Dari sini, jelas penggunaan hutang dan piutang jadi berbeda. Perusahaan yang memberikan piutang menjadikannya sebagai strategi pemasaran agar klien tetap loyal melakukan pembelian. Karena sudah adanya kemudahan pembelian dan cara pembayaran.

Sedangkan dari sisi klien yang meminjam, hutang digunakan sebagai cara untuk memudahkan operasional bisnisnya. Umumnya, klien yang berhutang memiliki usaha yang lebih kecil atau usaha lain yang akan menggunakan produk untuk dirakit dan dijual. 

Jadi, supaya tidak terlalu berat membeli produk secara tunai sejak awal, maka pembayaran dengan kredit pun dipilih. Dengan begitu, keuangan perusahaan tetap stabil dan operasional bisnis pun lancar.

Dari pengertian utang dan piutang dan daftar perbedaan di atas, sudah lebih paham kan tentang apa itu hutang dan piutang? Atau justru masih bingung dengan istilah hutang dan piutang? Tak perlu khawatir. Mari kita gali lebih dalam tentang apa itu piutang dan cara ampuh optimalkan pengelolaan piutang dalam bisnis Anda. 

Masih Ingin Membaca?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.